• 2

    Sep

    Saya Muslim Yang Paling Menderita, Kamu Juga.

    Saya seorang muslim. Entah itu karena KTP atau karena warisan kesejarahan saya, yang jelas saya seorang muslim. Dan mohon dimaklumi kalau saya merasa bangga menjadi seorang muslim. Orang tua saya tentu juga merasa bangga karena saya mengaku muslim meskipun pernah ada suatu masa dimana mereka sudah hampir putus asa mengingatkan kemusliman saya. Secara sadar, selaku seorang muslim saya pernah mengalami juga situasi yang menuntun saya menjadi demikian peka dengan isu-isu menjelang bulan puasa. Wajarnya, ketika sedang peka, biasanya saya mencari pembenaran atas apa yang tengah melintas di benang kepekaan saya. Misalnya saja begini. Ramadhan tahun lalu, maki saya tumpah sesaat sebelum berbuka puasa gara-gara listrik dipadamkan beberapa menit menjelang bedug maghrib. Sebagai manusia “En
  • 2

    Sep

    Aku Ingin Menulis Puisi Saja

    Aku ingin menulis puisi saja Tidak mau karena dalam rangka Tak mau karena suka aliran mana Aku ingin menulis puisi saja Tidak karena jatuh cinta Tidak juga karena rindu menggenang di dada Tidak. Tidak mau karena hatiku sedang luka Aku ingin menulis puisi saja Tidak karena hendak berlomba Tidak pula karena diminta Aku ingin menulis puisi saja Tidak karena Tuhan Tidak karena Segala Maha Tidak. Takkan cukup kata Aku ingin menulis puisi saja Tidak juga karena kata Hanya ingin menulis saja Setelah Iqra’ nancap di jiwa!
  • 21

    Aug

    Bukan Main Resahnya Mimin

    Seminggu setelah melahirkan anaknya yang pertama. Keluarlah kalimat itu. Aku nggak mau melahirkan lagi!. Sakit banget tau!. Setengah berteriak Mimin menegaskan keinginannya. Umar hanya tersenyum saat itu. Ia tahu. Pasti istrinya masih trauma pasca kelahiran pertama. Wajarlah itu. Siapa perempuan yang tak merasa kesakitan ketika melahirkan?. Umar yakin suatu waktu nanti istrinya pasti akan merindukan lagi detik-detik menegangkan dari proses sebuah kelahiran. Meski sakit luar biasa, bukankah disitu letak penegasan keperempuanan?. Tetapi ternyata tidak. Detik-detik itu nampaknya tak akan terjadi lagi. Tadi malam Mimin mengulang lagi kalimatnya dulu itu. Ia bilang tidak mau hamil lagi karena nanti ia harus melahirkan lagi dan menerima rasa sakit yang sama lagi. Benar-benar gawat. Padahal ini s
- Next

Author

Follow Me